Mahalan Air atau Berlian

28 07 2008

Lebih berharga mana? Air atau berlian?

Menurut Anda pembaca budiman, lebih berharga yang mana. Air atau berlian?

Bagi yang ingin berteori, silakan. Bagi yang ingin berfilsafat, juga silakan. Yang pasti manusia memerlukan air untuk hidup, bukan berlian. Namun, tidak bisa dipungkiri pula harga berlian jaauuuhhhh lebih mahal daripada air. Bagaimana mungkin bisa terjadi.

Dalam ilmu ekonomi, ada istilah yang disebut “marginal utility”. Definisinya kurang lebih …. wah susah nih jelasinnya. Baca sendiri deh di http://en.wikipedia.org/wiki/Diminishing_marginal_utility. Tetapi menggunakan pemahaman akan “marginal utility” bisa menjelaskan mengapa harga berlian jauh lebih mahal daripada air.

Air, sama seperti halnya udara (oksigen), walaupun sangat diperlukan manusia agar tetap hidup, tetapi karena ketersediaannya sangat melimpah, (nyaris) tidak habis dikonsumsi, menjadikan air tidak terlalu berharga. Sebaliknya, berlian adalah barang yang sangat langka. Itu yang menyebabkan harganya menjadi begitu tinggi.

Dewasa ini, banyak orang yang berpromosi secara bombastis, “… jika Anda membeli buku saya, maka Anda akan mendapat tiket seminar seharga sekian ratus ribu secara GRATIS. Bukan hanya itu, jika Anda membeli sekarang juga, saya masih akan memberikan 1, 2, 3, 4, 5, barang-barang yang senilai sekian ratus ribu sekian juta akan diberikan secara GRATIS”

Siapa yang menentukan harga sebuah produk barang dan jasa. Umumnya, memang betul sang produsen. Penyedia barang dan jasa menentukan harga produknya yang ingin dijual berdasarkan :
- azas manfaat yang diberikan (dipertukarkan)
- biaya produksi barang dan jasa dimaksud ditambah tingkat laba yang diharapkan
- substitusi atas produk sejenis (diperbandingkan dengan harga produk sejenis).

Ketika tidak ada produk sejenis yang bisa diperbandingkan, ketika tidak jelas azas manfaat yang diberikan (dipaksakan), apalagi ketika ketersediaanya melimpah tidak habis-habisnya, produk ini menjadi tidak ada harganya lagi.

Inilah yang terjadi saat ini, pembicara public gembar gembor menjual seminar, cd, buku, atau apapun yang selalu diobral habis dengan GRATIS, orang-orang yang tergiur cepat kaya lewat internet sibuk menjual ebook yang tidak pernah ada yang membacanya, karena lebih sibuk berusaha menjualnya kembali.





PLN Defisit Atau Ngambek

13 07 2008

Media massa, baik cetak maupun elektronik jauh-jauh hari sudah memberitakan rencana pemadaman listrik bergilir yang akan kembali diberlakukan di Jakarta. Rencananya dari tanggal 11 Juli – 25 Juli 2008.

Masyarakat pun “bersiap”, pedagang genset pun menangguk untung.

Alasan pemadaman sekali ini tidak begitu jelas, apakah karena kurangnya pasokan bahan bakar atau perawatan. Namun PLN dengan yakin memastikan akan defisit pasokan listrik sebesar 150 megawatt.

Tiba harinya, eh ternyata sebagian besar wilayah yang sebelumnya disebutkan akan mengalami pemadaman tetap terang benderang. Warga kecele, demikian  sebuah  sub  judul  di Harian Kompas terbitan Sabtu, 12 Juli 2008.

Warga Jakarta bersyukur PLN tidak jadi padam, tetapi pertanyaan besarnya adalah BAGAIMANA ITU BISA TERJADI?

Apakah suplai bahan bakar yang tadinya dikuatirkan terlambat tiba mendadak tiba tepat waktu? Kalau itu terjadi, alangkah amburadulnya manajemen logistik dan transportasi PLN.

Apakah rencana perawatan pembangkit listrik yang sebelumnya perlu waktu dua minggu mendadak dibatalkan? Kalau ini gawat, sewaktu-waktu PLN bisa hang. Atau perawatan bisa dipercepat dari 2 minggu menjadi satu malam? Hebat sekali kalau ditengah-tengah kesulitan kita sekarang ada Sangkuriang bisa kembali beraksi.

Melalui Manajer Distribusi PT PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang Widodo Budi Nugroho menjelaskan, satu hari sebelum pemadaman, pemilik usaha yang menggunakan listrik berdaya lebih dari 200 kilovolt ampere (KVA) berkomitmen mengurangi penggunaan listrik sampai 110 megawatt. Namun, saat pemadaman, penghematan bertambah sampai 130 megawatt.

Sebagai orang awam, jujur kita dibuat bingung. Pemilik usaha atau perusahaan mana yang rela (berkorban) ikat pinggang demi kelangsungan hidup listrik masyarakat banyak? Yang pasti, ini bukan perusahaan kecil karena mereka pelanggan listrik > 200KVA. Dan untuk mencapai penghematan 130 Megawatt, diperlukan lebih dari 600 perusahaan sejenis yang puasa listrik.

Masuk akal kawan? Baca entri selengkapnya »





Kiat sukses implementasi software akuntansi

10 07 2008

Apakah Anda mengendarai mobil tanpa kilometer, tanpa meter bahan bakar? Rasanya tidak begitu. Kalaupun ada, mungkin ybs baru mengalami musibah dashboard mobilnya digondol maling.

Kilometer, meter bahan bakar telah menjadi perlengkapan standar mobil agar pengemudi dan penumpang nyaman dan aman serta selamat dalam berkendara.

Apakah Anda menjalankan usaha Anda tanpa petunjuk kilometer (sudah sejauh mana berjalan), tanpa meter bahan bakar (kemampuan finansial)? Jika Anda menjawab YA, jangan kuatir…, Anda tidak sendirian. Hasil survey sederhana yang kami lakukan, lebih dari 70% UKM yang belum menggunakan software akuntansi.

Catatan. Spreadsheet (MS Excel) BUKAN software akuntansi karena kemudahan, kehandalan, dan keamanannya sangat tidak memenuhi kualifikasi sebuah software akuntansi.

Software akuntansi secara sederhana membantu pelaku usaha mencetak invoice penjualan, mencatat invoice pembelian. Pada saat yang sama, akibat dari penjualan dan pembelian diatas, software akuntansi segera meng-update posisi saldo stock barang dagangan, hutang kepada supplier, dan piutang kepada customer atau saldo kas/bank jika transaksi dilakukan secara tunai.

Bayangkan betapa mudahnya sebuah software akuntansi memberikan informasi stock barang, hutang, piutang, dan kas/bank hanya dengan melakukan penctatan transaksi sehari-hari sebagaimana biasanya secara manual. Software akuntansi bisa mengambil alih lebih dari 80% pekerjaan manual rutin yang sifatnya administratif dengan kecepatan dan keakurasian yang sangat tinggi.

Mengandalkan software akuntansi, Anda bisa mengetahui laju perjalanan perusahaan Anda, Anda juga bisa tahu “bahan bakar” (dana) yang tersedia secara REALTIME. Sama seperti mengemudi mobil diatas, Anda perlu tahu kecepatan kendaraan pada saat itu, bukan kecepatan kendaraan sejam yang lalu. Anda perlu tahu sisa bahan bakar pada saat itu, bukan sisa bahan bakar kemarin. Banyak perusahaan pernah “trauma” karena pernah gagal dalam upaya mengkomputerisasikan pembukuannya, salah satunya adalah karena software yang diimplementasikan sangat rumit dan tidak bisa menyajikan informasi keuangan secara realtime.

Ada tiga TIPS sederhana agar perusahaan sukses mengimplementasikan software akuntansi:

1. Jangan berpikir Perfeksionis
Tidak ada software yang sempurna untuk siapapun. Walaupun ada yang dikembangkan oleh perusahaan yang sangat ternama dan di-customized sedemikian rupa, tetap tidak ada software yang sempurna. Lingkungan dan kondisi usaha yang sering berubah, perilaku pelanggan, supplier, dan karyawan yang selalu berubah menyebabkan selalu “ada saja” yang kurang dari software tersebut. Software is just a tool, software hanya alat bantu yang fungsinya “membantu” membuat pekerjaan Anda menjadi lebih ringan dan lebih mudah, BUKAN “mengambil alih” semua pekerjaan Anda. Jika Anda mendapati sebuah software akuntansi sudah bisa meng-cover 70% – 80% dari tugas-tugas rutin bawahan Anda yang bersifat administratif, TAKE IT. Jangan menunggu menemukan software akuntansi yang bisa meng-cover 100% tugas-tugas bawahan Anda karena saya bisa memastikan Anda tidak akan menemukan yang seperti itu.

2. Perlu “pressure” dari top management
Dalam hal me-manage CHANGE, gaya kepemimpinan berlandaskan “demokrasi” pasti tidak jalan. Pada dasarnya semua orang tidak menyukai perubahan, walaupun itu perubahan menuju ke arah yang lebih baik; termasuk bawahan Anda juga. Terlebih-lebih jika mereka berpikir “yang lebih baik” itu kan hanya berlaku bagi atasan atau empunya perusahaan. Terutama bagi mereka yang tetap bermental karyawan, perubahan itu tidak menyentuh mereka dalam pengertian, “toh gajiku tetap sama saja”, “masuk pagi pulang malam juga sama saja”.

3. Mulai dari yang paling mudah
Salah satu kesalahan fatal yang paling sering dilakukan orang dalam proses komputerisasi akuntansi adalah karena mereka memulai dari yang paling sulit. Contoh: Ada orang yang memulai dengan mengkalkulasi nilai fixed asset (harta tetap), ada yang memulai dengan menginventarisasi semua nomor seri stock barang yang ada. Begini Bung, tidak ada gunanya Anda tahu persis nomor seri stock barang Anda di gudang kalau Anda tidak tahu persis tagihan (piutang) Anda diluaran ada berapa.
Jika Anda menggunakan software akuntansi sebagaimana mestinya, Anda dengan mudah mengetahui berbagai kondisi perusahaan Anda seperti Anda membaca indikator di dashboard mobil. Apakah kecepatannya masih dalam batas aman dengan kondisi jalan yang dilalui, apakah persediaan bahan bakar masih mencukupi sampai ke tujuan yang dituju, apakah terjadi overheated yang menandakan ada bagian dalam perusahaan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Baca atau beli online buku “Cara Mudah Memahami Akuntansi“.

Tentu saja, software akuntansi bukan segala-galanya. Sekali lagi, its just a tools. Sebuah traktor tidak akan serta merta membuat hasil pertanian meningkat, tetapi lahan pertanian tidak akan maksimal jika tidak memanfaatkan traktor. Menggunakan software akuntansi tidak serta merta membuat usaha Anda bertambah besar. Namun semua usaha besar pasti menggunakan software akuntansi.





Janji Iklan

7 07 2008

“Mulai 15 Juli 2008 yad, Kartu Belanja Carrefour tidak diterima lagi di semua Carrefour”, demikian kurang lebih pengumuman di Carrefour. Padahal dulu Carrefour mati-matian mempromosikan KBC dengan iming-iming “bebas iuran selamanya”.

Selamanya dalam bahasa iklan TIDAK PERNAH berarti selamanya. Salah satu buktinya ya diatas itu, begitu Carrefour pindah ke lain hati saja, apa yang dijanjikan sebelumnya tinggal kenangan. Sekarang Carrefour sedang “berbulan madu” dengan partnernya yang baru, BCA.

Seorang kenalan saya mengatakan bahwa di luar negeri, perusahaan-perusahaan disana dilarang (tidak berani) beriklan terlalu bombastis karena salah-salah bisa dituntut. Coba simak janji-janji iklan berikut:

“…Dagang disini, DIJAMIN PASTI UNTUNG…”
Kalau tidak untung, apakah developer ybs berani bertanggung jawab

“… TERBUKTI BEBAS BANJIR…”
Bebas banjirnya kan cuma sampai sekarang. 2 atau 3 tahun kedepan siapa berani janji

“… Ada yang lebih murah, kami ganti selisihnya….”
Ya, pembeli harus membeli 2x sekedar untuk membuktikan kalau ada yang lebih murah, dan yang lebih mahal tetap tidak bisa dikembalikan.

“… GARANSI selamanya …”
Yang jualan saja belum tentu masih exist setahun kedepan, tapi janjinya selangit.

Ya, kurang lebih begitulah kuatnya kapitalis di Indonesia. Membodohi masyarakat malah dianggap hebat. Kalau ada yang memperhatikan license agreement software-software buatan perusahaan mapan luar negeri (mis. Microsoft, Adobe, AutoCAD dsb) selalu ada kalimat yang kurang lebih berarti “… software diserahpakaikan secara AS IS (apa adanya). Perusahaan pengembang tidak bertanggung jawab atas apapun dalam bentuk apapun jika terjadi gangguan baik pada aplikasi maupun akibat yang ditimbulkan…”

Kalau di Indonesia…, ada pengembang software yang sesumbar “kita pasti bertanggung jawab selamanya jika terjadi bug”. He he he, tiga tahun dari sekarang, kemana pengembang software ini pun masih buram





8 DON’TS

17 06 2008

[SPAM] SMS dari TELKOMSEL

Aktifkan NSP Sedari Dulu dari TOMPI, Ketik RING SUB xxxxx, kirim ke 1212

8 Alasan mengapa sebaiknya Anda JANGAN berlangganan NSP

  1. Anda sendiri tidak mendengar lagu atau musik yang Anda berlangganan.
  2. Teman atau kenalan yang menelepon Anda belum tentu senang dengan pilihan lagu atau musik yang Anda pilih.
  3. Mereka yang senang dengan lagu yang Anda pilih, tidak pernah menikmatinya sampai habis karena begitu Anda menjawab telepon, putuslah lagunya.
  4. NSP tidak gratis, Anda di-charge setiap bulan lagi dan lagi dan lagi dan lagi.
  5. Tidak mudah memutus, Anda akan terus ditawari lagi dan lagi dan lagi dan lagi. Kalau perlu digratisin dulu, kalau Anda lupa mutusin manual, Anda langsung di charge.
  6. Auto Debet dari sisa pulsa Anda, jadi Anda tidak diberi kesempatan mikir atau membatalkan pembayaran.
  7. Tidak memberi nilai tambah apapun, bagi bagi Anda ataupun bagi mereka yang menelepon Anda, kecuali mempertebal pundi-pundi operator seluler.
  8. Anda akan dianggap “goblok”, kok mau-maunya diperdaya operator seluler gitu




Jangan tertipu 1

17 06 2008

Belum lama ini saya menerima SMS dari

+6281345502732

Nomor Anda menerima 1 pesan penting dari Pelanggan 081345502732 untuk mendengarkan pesan tsb Silakan ketik: SIM50 081345502732 kirim ke nomor 777 Terima kasih.

Beberapa operator seluler memberikan fitur  transfer pulsa guna memberikan kemudahan kepada keluarga atau saudara atau teman yang kehabisan pulsa HP bisa mendapat “transfusi” darurat. Namun oleh mahkluk-mahkluk pemalas yang cuma berpikir mau cari gratisan, fitur ini dipakai untuk menipu.

Kasihan sekali karena biasanya korban-korban penipuan mereka justru saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan keuangan. Tipu-tipu kecil begini sih tidak mempan bagi mereka-mereka yang cukup mapan dalam keuangan.

Itulah kenyataan dalam hidup, sudah hidup susah mudah ketipu lagi.





To be “Good” Wirausaha #1, Kecakapan Praktis

10 02 2008

Saya tidak bermaksud untuk menambah, memodifikasi atau mengurangi sedemikian banyak tulisan mengenai persyaratan, ketrampilan, dan sebagainya yang harus dimiliki wirausaha yang sudah terdapat dimana-mana.

Ijinkan saya sharing dari sisi praktis dilapangan, yang kebetulan saya perhatikan tidak banyak diulas di buku-buku yang membahas tentang kewirausahaan.

Mari membatasi wirausaha disini adalah orang-orang yang memulai usaha sendiri dimulai dari skala usaha UKM. Bukan kelompok usaha besar yang sedang melebarkan usahanya, yang ditopang sumber dana besar.

Tulisan ini saya buat berseri agar pembahasan masing-masing topik tidak terlalu panjang dan agar lebih fokus.

Seri pertama wirausaha yang saya ingin tulis adalah dari sisi kecakapan praktis.  To be Good Wirausaha mulai dari nol, seseorang harus bisa:

  1. Menjual
  2. Sourcing atau Produksi
  3. Mengelola keuangan

Menjual
Benar, saya lebih menekankan “menjual” daripada memasarkan.  Memasarkan (marketing) adalah pemikiran atau upaya yang membuat barang menjadi lebih mudah terjual. Itu nantilah, setelah perusahaan mulai jalan Anda pikirkan bagaimana pemasarannya. Tetapi sebagai langkah awal, sales jauh lebih penting dari marketing.

Terkadang profesi menjual (sales) memperoleh konotasi jelek, tetapi sesungguhnya ini adalah kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh wirausahawan manapun.

Anda boleh tidak bisa memproduksi apapun atau tidak mempunyai ide apapun, tetapi sepanjang Anda bisa menjual, Anda bisa mulai menjadi wirausaha.

Sourcing atau Produksi
Banyak orang yang saya temui memulai usaha mereka (terjun menjadi wirausaha) karena mengandalkan kemampuan produksi. Saya bisa bikin kue yang paling enak, saya bisa produksi mie keriting dan sebagainya.

Ada yang  memulai usaha karena merasa mempunyai sourcing barang tertentu, saya punya sumber barang ini dari importir, saya punya sumber barang itu dari China dsb.

Seperti saya tulis diatas, kemampuan memproduksi atau sourcing itu bukan tidak penting, tetapi yang lebih penting adalah kemampuan menjual.

Jika Anda bisa menjual tetapi tidak bisa memproduksi, Anda bisa sourcing ke orang lain yang bisa memproduksi. Anda tidak punya source-nya, sekarang tersedia sedemikian banyak media yang Anda bisa pakai, yellow pages, pameran dagang, internet dsb.

Sebaliknya jika Anda bisa memproduksi tetapi tidak pintar menjual, Anda mungkin akan mendapatkan 1/2 orang yang sangat ingin membantu Anda jualan. Mungkin Anda akan mempercayakan barang Anda dijual olehnya, tetapi posisi Anda sangat riskan. Karena dengan kemampuan menjual, distributor Anda dengan mudah bisa pindah membeli dari orang lain jika ada yang bisa memproduksi barang yang serupa. Sekali lagi, saat ini sourcing barang itu sedemikian gampang.

Mengelola keuangan
Seperti dalam permainan basket, selain harus bisa offensive (menyerang) jangan lupa deffensive (bertahan).

Apalah gunanya  pintar menjual dan menghasilkan uang, tetapi tidakbisa menagih, atau kalau bisa menagih tetapi uangnya bisa dimanipulasi atau digelapkan orang dalam.

Ingat, tidak ada bisnis apapun yang sedemikian menguntungkannya sehingga tidak kuatir digerogoti. Semua bisnis itu ada titik kesetimbangan yang mana sesungguhnya keuntungan usaha itu perlu dikumpulkan sen demi sen, rupiah demi rupiah sehingga berakumulasi menjadi besar.

Jangan pernah meremehkan kebocoran, atau potensi kebocoran keuangan dalam mengelola perusahaan.

Tahapan paling mendasar dari me-manage keuangan adalah memastikan bisa menjual, harus bisa menagih kembali (tepat waktu). Kalau bisa menjual tanpa harus bisa menagih, siapapun bisa.

Tetapi itu saja tidak cukup, selanjutnya Anda juga harus bisa mengetahui laba rugi usaha dan mengatur cash flow. Jangan kuatir, jangan berpikir terlalu rumit mengenai hal tersebut. Anda tidak harus lulusan MM atau sarjana akuntansi untuk memahami hal tersebut.

Saat ini banyak tools yang bisa membantu Anda dalam setiap aspek menjalankan dan mengelola perusahaan. Pada tulisan berikutnya, saya akan sharing mengenai aplikasi apa-apa saja seseorang wirausahawan harus kuasai.

Beberapa links bermanfaat:
http://www.fastcompany.com
http://www.eyesonsales.com 





Accountant Specialist

8 02 2008

Anda lulusan sarjana akuntansi dan sedang mencari kerja?

For Your Information, setiap tahun di Indonesia diluluskan tidak kurang dari 10.000 sarjana akuntansi yang baru. Apakah setiap tahun bertambah segitu banyak perusahaan baru yang membutuhkan sarjana akuntansi, atau setiap tahun ada segitu banyak manajer akuntansi yang meninggal atau pensiun sehingga memerlukan penggantinya sekian banyak?

Ada sebuah perusahaan software akuntansi yang mempunyai cara yang unik dalam menyikapi keadaan tersebut.  Apa yang dilakukan adalah begini:

  • merekrut mahasiswa-mahasiswi tingkat akhir
  • mereka diberi training dan pelatihan software akuntansi
  • mereka di-assign, dipekerjakan di perusahaan lain yang membeli software akuntansi tersebut dengan berbasis kontrak. Ada yang kontrak seminggu, sebulan, atau 3 bulan tergantung availability mahasiswa ybs.

Berbeda dengan perusahaan lain yang berusaha “mengikat” tenaga terampil yang ditraining, perusahaan software ini malah mempersilakan perusahaan klien mereka meng-hire mahasiswa/i setelah selesai masa kontrak kalau memang sedang membutuhkan tenaga kerja baru

Dengan demikian mahasiswa/i yang diberi kerja berusaha tampil dan bekerja sebaik mungkin agar mendapat penilaian baik dan berpeluang direkrut.

Bagi perusahaan yang menggunakan tenaga kontrak ini pun diuntungkan karena seakan-akan ditawari “bonus” tenaga kerja yang terlatih dan sudah teruji. Bagi perusahaan yang sedang berkembang dan memang sedang membutuhkan tenaga kerja baru, kesempatan seperti ini tentu saja tidak akan dilewatkan.

Perusahaan software akuntansi tersebut adalah CPSSoft, pembuat ACCURATE Accounting Software. Salut dan ditunggu karya kreatif lainnya lagi.

Perusahaan software lain juga jangan mau ketinggalan, tunjukkan kreativitas kalian, tetapi juga jangan seperti bunyi iklan “OTHERS CAN ONLY FOLLOW”.





Menjual Angin

2 01 2008

Jika saya menunjukkan koin Rp. 500 dan meminta Anda membeli dari saya Rp. 50.000, apa komentar Anda?

Mungkin Anda berpikir saya gila, bisa jadi.

Tetapi bagaimana kalau saya tambahkan, bahwa setelah membeli koin 500 dengan harga 50.000, Anda saya beri “ijin” dan ajari bagaimana mendapatkan keuntungan dengan cara yang sama. Bagaimana?

Terdengar vulgar dan tidak etis, saya setuju begitu. Tetapi sesungguhnya itu hanya masalah kemasan dan cara penyampaian saja.

Pernahkah Anda ditawari orang membeli koin emas, sabun pembersih, atau keanggotaan tertentu. Alih-alih menjelaskan manfaatnya yang luar biasa (karena harganya juga luar biasa), tetapi yang diiming-imingi kepada Anda adalah kata-kata sakti “keuntungan, kebebasan finansial, uang mengalir sendiri” dsb.

Belakangan ini kita sering menemukan atau menerima penawaran cara berinternet gratis, cara menelepon gratis, cara mendapatkan uang dengan mudah, bahkan ada yang lebih nekad lagi menawarkan cara menjebol “klikbca”.

Penawaran-penawaran seperti ini bersileweran lewat email, milis, blog, atau malah iklan-iklan di Detikpublishing atau Google AdWords.

Apakah benar ada yang serba gratis, atau cara mendapatkan uang dengan mudah? Anda masih berharap toh :)

Ada, rumusnya hampir selalu sama yaitu cari orang tolol berikutnya. Tetapi sebelum itu Anda perlu membuat halaman web, atau blog, bikin squeeze page, bikin sales letter, install auto responder script dst dst, dan setelah itu rajin2 iklankan lewat email, milis, atau iklan bayar sekaligus.
Motto mereka (versi vulgarnya), “jangan kuatir, didunia ini masih jauh lebih banyak orang tolol yang akan membayar ketololan Anda saat ini

Mereka-mereka hanya sekedar menjual angin. Sesuatu yang sebenarnya tidak ada apa-apanya dimasukkan kedalam balon dan dipompa terus sehingga terlihat seperti padat berisi.

But somebody make good money dari sana…

Betul kawan, mereka make money atas ketololan orang lain dan sebagai penebus dosanya, mereka membagi ilmu agar yang tertipu saat ini bisa mendapatkan untung kembali dari orang-orang tolol berikutnya yang mereka temui.

Mari bertanya kepada diri sendiri, apakah yang Anda jual sekedar angin atau memang sesuatu yang berbobot. Atau apakah Anda cuma bisa menjual angin?

You can fool all the of people some of the time
You can fool some of the people all of the time
But you cannot fool all of the people all of the time





Salesman aowa

11 12 2007

Konon, sembilan puluh persen dari pemilik usaha atau pimpinan perusahaan yang memulai karirnya dari bawah pernah menjadi salesman.

Jelas, profesi salesman menuntut orang menjadi kreatif, optimis, pantang menyerah dan berbagai ketrampilan lain yang menjadi modal penting bagi yang bersangkutan menjalani hidup yang tidak mudah ini.

Namun profesi salesman juga dicibir oleh banyak orang sebagai pekerjaan rendahan yang penuh dengan tipu muslihat, manipulatif, suka memaksa sampai cenderung mengintimidasi dan sebagainya.

Salah satu contohnya, simak kisah berikut:

Sebut saja Yusuf, sedang jalan-jalan di sebuah mal ketika tiba-tiba dia disodori sebuah souvenir berupa cairan pembersih disertai ajakan untuk mampir sejenak ke stand / toko si salesman.

Sebagai orang timur yang punya rasa sungkan yang berlebihan (sudah dikasih souvenir kok menolak undangan), mungkin begitulah Yusuf berpikir, maka mampirlah sejenak untuk mendengarkan apa sih yang ingin disampaikan oleh si salesman.

Salesman ini mulai melancarkan aksinya, biasanya diawali dengan basa basi menanyakan “Apakah Bapak Yusuf ingin mencoba keberuntungan dengan menarik salah satu undian tarikan” disertai dengan jaminan bahwa Bapak Yusuf tidak mempunyai keharusan untuk membeli apapun.

Umumnya orang akan berpikir, why not…, nothing to loose bukan?

Selanjutnya adalah atraksi undian yang ditarik dan “Anda memenangkan hadiah 5 juta rupiah dengan embel-embel harus membeli salah satu produk lain dari toko tersebut”. Meledaklah kehebohan di toko tersebut, semua salesman akan datang menyalami dan berkomentar,

“Wah, Bapak beruntung sekali…”

“Sudah setahun terakhir tidak ada orang yang memenangkan hadiah sebesar ini loh”

terkadang diselingi dengan sandiwara dari salesmannya yang seakan tidak percaya, sehingga perlu mengkonfirmasikan lagi dengan atasannya apakah betul hadiah sebesar itu nantinya bisa dikeluarkan.

Padahal saya bisa memastikan, setiap hari, setiap orang yang menarik undian juga akan mendapatkan hadiah sebesar begitu karena, cerita belum berakhir…

Selanjutnya mulailah si salesman memperlihatkan watak aslinya yaitu dengan menawarkan barang lain. “Bapak bisa mendapatkan hadiah tersebut kalau Bapak membeli produk ini”

Di toko ini ada berbagai macam produk elektronik dan perlengkapan rumah tangga yang bisa ditawarkan, ada vacuum cleaner, ada penyaring air, ada stereo set, ada electric oven yang semuanya made in timbuktu (negara tidak keruan entah dimana).

Kepada calon mangsanya, salesman ini membual sedemikian rupa seakan-akan produk mereka adalah yang terbaik didunia dengan harga yang sudah sangat pantas.

Sayangnya mangsa mereka umumnya rakyat kecil yang tidak pernah bermimpi mempunyai stereo set yang bagus. Mereka tidak tahu bahwa stereo set sekelas Pioneer, Sony, Panasonic, LG untuk seharga 3-4 jutaan seperti yang ditawarkan salesman saja sudah sangat-sangat bagus.

Disatu sisi, Pak Yusuf takut kehilangan kesempatan mendapatkan hadiah besar (menurut mereka), ditambah kekurangtahuan mengenai informasi produk yang ditawarkan menyebabkan banyak orang terkecoh.

Bukan saja terkecoh karena membeli barang-barang yang sangat-sangat over priced, melainkan juga membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan, barang-barang yang tidak bisa dipakai dan sebagainya.

Barang-barang yang over priced contohnya, mini compo stereo set yang dijual 4 jutaan, kalau membeli produk sekelas bermerk Phillips, LG, atau Sony masih dibawah 2 jutaan. Electric oven (bukan microwave lho) yang dijual 3 jutaan, Microwave Oven Sharp yang paling high end saja baru sekitar 3 jutaan, sementara begitu banyak pilihan microwave oven sungguhan yang range harga cuma dari 800 ribu – 2 jutaan.

Barang-barang yang tidak dibutuhkan atau tidak bisa dipakai contohnya, saya pernah bertemu dengan korban yang membeli vacuum cleaner air seharga 3 juta (produk sejenis merk Karcher cuma 1,5 juta), padahal dirumahnya tidak ada lantai karpet atau apapun yang perlu di vacuum.

Ada pula yang membeli oven, atau vacuum cleaner sepulang sampai kerumah baru menyadari daya listrik dirumah cuma 4 Ampere sehingga semua yang sudah dibeli tidak bisa dipakai.

Lebih kasihan lagi adalah ada yang terkecoh membeli barang-barang demikian dikala anaknya sedang perlu uang pendaftaran sekolah dan membeli buku-buku sekolah.

Mengetahui sudah sedemikian banyak korban, saya sangat tidak sungkan dan tidak ragu untuk menunjuk salesman AOWA sebagai salah satu contoh jenis pekerjaan yang lebih banyak merugikan orang lain demi kepentingan diri sendiri.

Siapapun Anda dan apapun profesi Anda, adalah pilihan Anda memilih pekerjaan apa yang Anda sukai. Apakah pekerjaan Anda memberi manfaat kepada orang lain, atau pekerjaan Anda merugikan orang lain, silakan berkaca pada hati nurani masing-masing.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.