PLN Defisit Atau Ngambek

13 07 2008

Media massa, baik cetak maupun elektronik jauh-jauh hari sudah memberitakan rencana pemadaman listrik bergilir yang akan kembali diberlakukan di Jakarta. Rencananya dari tanggal 11 Juli – 25 Juli 2008.

Masyarakat pun “bersiap”, pedagang genset pun menangguk untung.

Alasan pemadaman sekali ini tidak begitu jelas, apakah karena kurangnya pasokan bahan bakar atau perawatan. Namun PLN dengan yakin memastikan akan defisit pasokan listrik sebesar 150 megawatt.

Tiba harinya, eh ternyata sebagian besar wilayah yang sebelumnya disebutkan akan mengalami pemadaman tetap terang benderang. Warga kecele, demikian  sebuah  sub  judul  di Harian Kompas terbitan Sabtu, 12 Juli 2008.

Warga Jakarta bersyukur PLN tidak jadi padam, tetapi pertanyaan besarnya adalah BAGAIMANA ITU BISA TERJADI?

Apakah suplai bahan bakar yang tadinya dikuatirkan terlambat tiba mendadak tiba tepat waktu? Kalau itu terjadi, alangkah amburadulnya manajemen logistik dan transportasi PLN.

Apakah rencana perawatan pembangkit listrik yang sebelumnya perlu waktu dua minggu mendadak dibatalkan? Kalau ini gawat, sewaktu-waktu PLN bisa hang. Atau perawatan bisa dipercepat dari 2 minggu menjadi satu malam? Hebat sekali kalau ditengah-tengah kesulitan kita sekarang ada Sangkuriang bisa kembali beraksi.

Melalui Manajer Distribusi PT PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang Widodo Budi Nugroho menjelaskan, satu hari sebelum pemadaman, pemilik usaha yang menggunakan listrik berdaya lebih dari 200 kilovolt ampere (KVA) berkomitmen mengurangi penggunaan listrik sampai 110 megawatt. Namun, saat pemadaman, penghematan bertambah sampai 130 megawatt.

Sebagai orang awam, jujur kita dibuat bingung. Pemilik usaha atau perusahaan mana yang rela (berkorban) ikat pinggang demi kelangsungan hidup listrik masyarakat banyak? Yang pasti, ini bukan perusahaan kecil karena mereka pelanggan listrik > 200KVA. Dan untuk mencapai penghematan 130 Megawatt, diperlukan lebih dari 600 perusahaan sejenis yang puasa listrik.

Masuk akal kawan? Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.